Berita

Ditegur Guru Agar tidak merokok, murid menikam Gurunya Hingga Tewas

Oleh:DD

24 oktober 2019

Oleh : Richard

Seorang siswa SMK Ichtus Manado FL [16] warga kelurahan Mapanget Barat, kecamatan Mapanget, Manado menjadi tersangka. FL menikam gurunya Alexander Pangkey [56] warga desa Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa.. Alexander Pangkey, sebagai guru memang menegur FL dan dua siswa lainnya, C dan OU agar tidak merokok. Kemudian menyuruh mereka pulang.

Tak nyana, usai ditegur, terjadi adu mulut antara FL dan Pak Guru Pangkey. Setelah mereka pulang, beberapa saat kemudian FL kembali dengan membawa pisau. Lalu , terjadilah peristiwa pembunuhan pada Senin [21/10/19], pukul 09.30 Wita. Tepat di halaman sekolah SMK Ichtus beralamat kecamatan Mapanget itu. Sang guru ditusuk lebih dari sekali. Alexander Pangkey yang sedang berada di atas motor ditikam sang murid. Usai ditikam, korban yang terjatuh dari sepeda motor berlari dan berteriak meminta tolong. Namun dia dikejar muridnya itu. Kembali sang murid menikam sang guru yang mengajar mata pelajaran Agama Kristen itu. Sesudah itu, FL segera kabur setelah melihat gurunya jatuh bersimbah darah.

Sang korban pun segera dilarikan ke RS AURI, lantas dirujuk ke RSUP Prof. Kandou. Korban sontak dirawat intensif selama 10 jam. Namun, korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada pada Selasa subuh [22/10/19], akibat pendarahan hebat setelah ditikam hingga 14 kali tusukan. Setelah itu, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.

“Saat ini tersangka telah ditangkap dan diproses di Polresta Manado. Motif pembunuhan hanya gegara tersangka tidak terima telah ditegur korban,” jelas Kapolresta Manado, Kombes Pol. Benny Bawensel.“Tersangka memang masih di bawah umur. Meskipun demikian, tersangka tetap akan dikenai KUHP pasal 340l dengan ancaman maksimal dipenjara seumur hidup atau hukuman 20 tahun penjara,” pungkas Bawensel.

Keluarga merasa sangat terpukul. Istri korban, Silvia Walalangi, merasa syok akibat meninggalnya sang suami tercinta ditikam seorang muridnya. “Saya berharap siswa pembunuh itu mendapat hukuman setimpal. Karena dia memang sangat sadis,” jelas Silvia.

Laporan: Richard Mangangue

Editor : Pl

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close