BeritaDaerah

Saat Marah, Oknum Polisi Angkuh Langsung Mencabut Kunci Angkot.

MANADO – JARRAKPOSMANADO.com – Jurnalis Jarrak Pos Manado berada di halaman kantin Baristand milik Departemen Perindustrian pada Kamis (7/11/2019) pukul 09.00 Wita. Dari gerbang SD Eben Haezar di jalan Diponegoro, jarak kantin itu sekitar 20 meter tetapi letaknya di seberang SD.

Pada saat yang sama, tepatnya di bundaran depan SD Eben Haezar terjadi pertengkaran antara sopir angkot jurusan Teling dan seorang pengendara sepeda motor.

Angkot yang penuh dengan penumpang itu baru saja melewati jalan di depan gerbang SD Eben Haezar, lalu berbelok ke kiri dan menanjaki bundaran untuk terus berjalan menuju ke Teling.

Pada saat yang sama seorang pengendara sepeda motor dengan merek N’Max dari arah kantor Telkom jalan WR Supratman yang mengenakan jaket hendak mengitari bundaran yang sama lalu berbelok ke kanan untuk menuruni jalan Diponegoro. Namun, dari halaman kantin terlihat kedua alat transportasi itu hampir bersenggolan.

Dari atas sepeda motornya sang pengendara yang warna celana panjangnya seperti seragam polisi mendamprat sopir angkot sekitar 1 menit. Lalu sepeda motornya ditaruh di depan angkot.

Kemudian ia turun dan mendekati sopir angkot itu. Pengendara motor memarahi kembali sopir angkot. Sopir angkot beberapa kali membuat gerakan tangan seperti meminta maaf.

“Bapak, buka jaketmu! Perlihatkan identitasmu. Jangan hanya marah-marah!” teriak seseorang di pinggir jalan.

Akhirnya keduanya berjabat tangan. Orang-orang di pinggir jalan yang melihat kejadian ini tentu berpikir bahwa perselisihan telah berakhir. Ternyata tidak.

Usai berjabat tangan dan memarahi kembali sang sopir, pengendara sepeda motor yang seorang anggota polisi itu langsung mencabut kunci angkot. Lalu ia pergi dengan sepeda motornya.

Melihat kemarahan sang polisi, bisa jadi sepeda motornya sudah disenggol angkot itu. Namun, dalam keadaan menanjak, tentu senggolannya tidak terlalu kuat bila memang benar tersenggol.

Angkot yang telah dicabut kuncinya itu tidak dapat berjalan. Kemudian sopir angkot turun dan menyuruh penumpang naik ke angkot lain.

Pintu angkot ditutup dan sopir pun membiarkan mobilnya terparkir di dekat bundaran depan SD Eben Haezar. Lalu pergi. Sudah pasti ia akan mencari sang polisi di kantor yang telah disebutnya.

Karena berjalan ke arah bawah jalan Diponegoro, kemungkinannya sopir pergi ke Polda atau Polresta.

“Sopir!” teriak seorang pengunjung kantin, “Lapor saja ke Propam!”

“Dia itu polisi yang angkuh. Seenaknya main cabut kunci mobil dan membiarkannya terparkir di bundaran di jalan yang terkenal kemacetannya saat jam sibuk.

Untung masih pagi sehingga jalanan belum terlalu ramai,” ujar seorang pengunjung kantin yang lain.

Entahlah berapa lama angkot terparkir di situ. Hanya kesalahan kecil, itu juga kalau benar sepeda motor polisi itu tersenggol, tetapi sopir angkot mendapat hukuman yang cukup berat. Gimana nih, katanya, polisi pengayom rakyat.

Jarrakposmanado.com/Richard

Editor : Uta

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close