BeritaDaerah

Sebuah Rumah Di Tomohon-Sulut Terbakar, Seorang Balita Tewas Terpanggang Api

JARRAKPOSMANADO – Rumah keluarga Pojoh-Paloloan di Kelurahan Paslaten II Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Sulawesi Utara pada Senin (4/11/2019) pukul 12.00 Wita terbakar. Seorang balita berusia 2 tahun tewas terpanggang api.

Setelah berhasil memadamkan api, petugas damkar menemukan sesosok tubuh balita yang hangus terbakar di salah satu ruangan.

Berdasarkan informasi, balita yang bernama lengkap Amoreiza Chatly Nicole Pojoh sedang dijaga oma-opanya, Yeni Paloloan dan Ventje Paloloan, saat kebakaran terjadi.

Ketika api membakar rumah hingga kian membesar, oma-opanya mencari balita yang akrab dipanggil Amora itu. Namun, keduanya tak menemukan Amora.

Sejumlah saksi mata mengatakan, api berasal dari bagian belakang rumah. Lalu api menjalar dengan cepat dan menghanguskan seluruh bagian rumah. Peristiwa kebakaran ini dibenarkan Kapolres To.ohon, AKBP Raswin Bachtiar lewat Kapolsek Tomohon Tengah, Kompol Chilion Diar.

“Hal yang menjadi penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, ” kata Kompol Chilipn Diar.

4 unit damkar milik Pemkot Tomohon dan 1 unit damkar milik Pertamina serta 1 unit watet cannon milik Polres Tomohon dikerahkan untuk pemadaman.

Pada Selasa esok harinya setelah kejadian tersebut (5/11/2019) diselenggarakan ibadah pemakaman di rumah ayah-ibu Amora, yaitu keluarga Pojoh-Bororing di Tomohon. Karena masih larut dalam kesedihan yang mendalam, ayah dan ibu Amora, Christian Pojoh dan Sheilla Paloloan, belum dapat memberikan keterangan saat kebakaran terjadi.

Menurut pihak keluarga, sebelum peristiwa kebakaran terjadi, Amora bersama ayah dan ibunya. Namun, karena mereka hendak pergi keluar, Amora dititipkan kepada oma-opanya dan akan diambil kembali setelah keduanya kembali.

Wakil Walikota Tomohon, Sherly Sompotan turut menghadiri ibadah pemakaman dan memberikan sambutan singkat.

“Atas nama Pemkot Tomohon dan keluarga Purba- Sompotan, Wakil Walikota Tomohon menyampaikan turut berdukacita atas musibah kebakaran yang terjadi pada keluarga,” ujar Sherly Simpotan.

“Peristiwa kebakaran itu merupakan peristiwa kehilangan anak dan cucu. Tuhan punya maksud yang indah di balik musibah ini,” tambahnya.

Dalam ibadah pemakaman di pekuburan, bukan hanya keluarga saja yang menangis sedih, melainkan seluruh orang yang hadir, turut menangis dan bersedih.

 

Jarrakposmanado.com/lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close